Simak di sini pahlawan yang gugur 10 november

Selengkapnya Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini disematkan oleh Pemerintah Indonesia atas jasa melawan penjajah yang dinilai heroik yang dikelaskan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dihargai dan menjadi teladan sepanjang masa bagi bangsa lainnya.





1. Pahlawan Yang Selalu Diingat Propinsi Aceh


a. Achmad Soebardjo, pejuang yang selalu dikenang kemerdekaan Indonesia, menteri luar negeri. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 – meninggal 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun) adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang pahlawan nusantara. Ia ialah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo mempunyai gelar Meester in de Rechten, yang didapat di Universitas Leiden Belanda pada saat 1933.





b. Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja’ Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang pahlawan yang gagah berani dari Aceh yang berperang mengusir Belanda pada masa Perang Aceh. Sesudah daerah VI Mukim diserang, ia mengungsi, ketika suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang akibatnya Cut Nyak Dhien amat marah dan bersumpah ingin melawan Belanda.





c. Tjoet Nyak Meutia (Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 – Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910) adalah pahlawan yang membela bangsa dari daerah Aceh. Ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh. Ia menjadi pejuang yang menjadi teladan Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.


d. Sultan Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590 – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) ialah Sultan yang paling besar di saat masa Kesultanan Aceh, yang merajai dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mendapatkan kejayaannya di waktu masa dipimpin Sultan Iskandar Muda, dimana kawasan kekuasaannya yang amat besar dengan reputasi internasional yang merupakan pusat dari perniagaan dan pembelajaran dunia Islam. Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.


e. Panglima Polim, pejuang yang punya nyali besar pertempuran Aceh. Panglima Polim yang mempunyai nama lengkap Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud adalah seorang panglima Aceh. Sampai sekarang belum diketahui] keterangan yang jelas tentang tanggal serta tahun kelahiran Panglima Polim, yang bisa dipastikan bahwa ia memiliki keturunan dari kalangan bangsawan Aceh. Ayahnya namanya Panglima Polem VIII Raja Kuala anak dari Teuku Panglima Polem Sri Imam Muda Mahmud Arifin yang juga sangat dikenal dengan Cut Banta (Panglima Polem VII (1845-1879). Mahmud Arifin yakni Panglima Sagoe XXII Mukim Aceh Besar.





f. Teuku Muhammad Hasan yaitu Gubernur Wilayah Sumatera pertama mulai dari Indonesia merdeka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ketika tahun 1948 hingga tahun 1949 dalam Kabinet Darurat. Selain itu ia yakni seorang pejuang yang membela bangsa kemerdekaan dan pahlawan nasional.


g. Teuku Nyak Arif, pejuang yang selalu diingatkemerdekaan Indonesia, gubernur Aceh pertama. Teuku Nyak Arif yakni Pejuang Nasional Indonesia. Ia juga yaitu Residen/gubernur Aceh yang pertama periode 1945–1946. Pada ketika pertempuran kemerdekaan Indonesia, saat Volksraad (parlemen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari Aceh.


h. Teuku Umar (Meulaboh, 1854 – Meulaboh, 11 Februari 1899) adalah pahlawan yang gagah berani yang berperang memakai cara berpura-pura menawarkan kerjasama dengan Belanda. Ia berjuang Belanda menjelang berhasil punya senjata serta uang yang amat banyak.


i. Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman (Tiro, Pidie, 1836 – Aneuk Galong, Aceh Besar, Januari 1891) adalah seorang pahlawan yang selalu dibanggakan dari Aceh.


2. Pejuang Yang Selalu Dibanggakan Daerah Bali 


a. I Gusti Ngurah Rai – kolonel (anumerta), pahlawan yang selalu diingat. Kolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai (lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari 1917 – meninggal di Marga, Tabanan, Bali, Indonesia, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang pahlawan yang selalu diingat dari Kabupaten Badung, Bali.


b. I Gusti Ketut Pudja – gubernur Sunda Kecil, pahlawan yang gagah berani. Ide Anak Agung Gde Agung – menteri Indonesia, Pahlawan Nasional Indonesia.


c. Untung Suropati – pahlawan nasional. I Gusti Ketut Pudja. I Gusti Ketut Pudja (lahir 19 Mei 1908 – meninggal 4 Mei 1977 pada umur 68 tahun) adalah pahlawan yang berani melawan penjajah. Ia ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara). I Gusti Ketut Pudja juga hadir dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Ia kemudian diangkat Soekarno sebagai Gubernur Sunda Kecil.Pada tahun 2011, I Gusti Ketut Pudja ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pejuang yang berani melawan penjajah nasional bersama 6 orang lainnya


Nah itulah orang yang merupakan para pahlawan nasional Indonesia pahlawan yang gugur 10 november

Postingan Populer